Rabu, 25 Januari 2012

RIHLAHQ DI LIBURAN SEMESTER TAHUN 2012


Sudah menjadi tradisi temen2 kampus ataupun saya sendiri kalo liburan di isi dengan agenda refresing baik di lingkungan lembaga ataupun keinginan sendiri. hal ini di latar belakangi karena kepenatan selama satu semester dalam kuliah sehingga kebiasaan ataupun tradisi ini berkembang baik instansi ataupun di UKM.
Selama rentang bulan Januari sudah ada beberapa RIHLAH di antaranya RIHLAH AKBAR AAI 2012 yang di laksanakan tanggal 8 Januari 2012, setelah itu RIHLAH FISIKA Angkatan 2007, dll

Sabtu, 21 Januari 2012

Garam dan Telaga

Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia.

Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak, hanya mendengarkannya dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan. "Coba, minum ini, dan katakan bagaimana
rasanya..", ujar Pak tua itu. "Pahit. Pahit sekali", jawab sang tamu, sambil meludah kesamping.

Pak Tua itu, sedikit tersenyum. Ia, lalu mengajak tamunya ini, untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu.

Pak Tua itu, lalu kembali menaburkan segenggam garam, kedalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, dibuatnya gelombang mengaduk-aduk dan tercipta riak air, mengusik ketenangan telaga itu. "Coba, ambil air dari telaga ini, dan minumlah. Saat tamu itu selesai mereguk air itu, Pak Tua berkata lagi, "Bagaimana rasanya?". "Segar.", sahut tamunya. "Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?", tanya Pak Tua lagi. "Tidak", jawab si anak muda.

Dengan bijak, Pak Tua itu menepuk-nepuk punggung si anak muda. Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di samping telaga itu. "Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan
tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama.

"Tapi, kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu, akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan
kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu."

Pak Tua itu lalu kembali memberikan nasehat. "Hatimu, adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu, adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan."

Keduanya lalu beranjak pulang. Mereka sama-sama belajar hari itu. Dan Pak Tua, si orang bijak itu, kembali menyimpan "segenggam garam", untuk anak muda yang lain, yang sering datang padanya membawa keresahan jiwa.

Rabu, 05 Oktober 2011

KEBIASAAN LIQO SING OJO DI TIRU.......

SAUDARAKU.....................
Jangan lupa liqo' kita setiap rabu
Kalau datang mbokya tepat waktu
Biar berangkat nggak buru - buru
Yen wes teko ojo mung turu
...
SAUDARAKU........................
Jika murobbi sudah menunggu
Mari cepat - cepat datang lebih dulu
Jangan banyak alasan karena ada perlu
Atau datang terlambat karena mandi dulu

SAUDARAKU........................
Kalau MC sudah memandu
Siapkan diri dan siapkan buku
Jangan sekedar duduk termangu
Pencet - pencet HP karo ngguyu

SAUDARAKU........................
Saat murrobi manyampaikan tausiyah kepada mad'u
Jangan banyak polah dan bergurau
Tapi jadilah mad'u yang teladan dan tepat waktu
Itulah contoh mad'u yang nomer satu

SAUDARAKU........................
Jangan tersinggung karena tulisanku
Tapi intropeksilah diri kita setiap waktu
Saya cuma mengingatkan kalo kita sebagai mad'u
Untuk menjaga adab majelis menimba ilmu

Senin, 03 Oktober 2011

MENGAMBIL HIKMAH DARI PELANGI TERINDAH DI HADAPANMU.......



Pada tanggal 4 Oktober 2011 tepatnya hari Selasa, jam 09.45nan - 12.00 bertepatan dengan hari DIES NATALIS MIPA XIV yang saat itu saya juga mengikuti kegiatan DONOR DARAH di gedung C FMIPA UNS tiba2 ada sms masuk ke HP saya yang mengabarkan bahwa terjadi peristiwa yang luar biasa indahnya untuk di saksikan oleh masyarakat di dunia ini. mungkin ini adalah kejadian yang langka bahkan jarang kita temui selama hidup kita. ini adalah rahasia Allah kepada makhluknya, karena Allah akan senantiasa memberikan yang terindah buat makhluknya ketika kita tidak pernah berangan2 kalo ada pelangi yang mengililingi matahari dengan begitu indahnya.....
Subhanallah, inilah kebesaranNya yang tak di duga2 oleh siapa pun bahkan ilmuwan astronologi maupun ilmuwan yang super canggih pun gk ada yang bisa meramalkan akan terjadinya peristiwa ini, namun hal ini bisa terjadi di dunia ibi secara nyata dan dapat di lihat oleh mata telanjang manusia. kalo kita kaitkan dengan kehidupan manusia yang ada di dunia ini, kita juga gk pernah tahu kapan kita di panggil Allah namun kita harus yakin bahwa suatu saat nanti kita akan kembali kepadaNya. persiapan diri kita masing - masing untuk bekal kelak di akherat nanti.
yuks berfastabiqul Khoirot mumpung masih ada kesempatan....

SEMANGAT SAUDARA / SAUDARIKU SEMUA......
MARI KITA MENGAMBIL HIKMAH DARI SEBUAH KEJADIAN.....

Jumat, 23 September 2011

Sosok Seorang Da’i Yang Ideal

dakwah mempunyai kedudukan sangat tinggi dalam agama. Demikian juga dengan para juru dakwah, sebagaimana dipaparkan Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam KitabNya :

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; mereka adalah orang-orang yang beruntung" [Ali Imran:104]

Seorang da’i menghendaki dakwahnya membuahkan hasil sebagaimana yang diharapkan, maka selayaknya menghiasi pribadinya dengan akhlak yang merupakan sebagian faktor utama yang dapat mendukung keberhasilan dakwahnya, di antaranya sebagai berikut ini:

Pertama : Ikhlas Dalam Berdakwah.
Motivasi utama bagi seorang da’i tatkala berdakwah ialah rasa cinta kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, kepada agamaNya, kepada sesamanya, mengharapkan kebaikan untuk orang yang didakwahi. Keikhlasan da’i dalam dakwahnya, merupakan perkara yang paling penting bagi keberhasilan dakwahnya.

Kedua : Ilmu.
Tentang ilmu, ini meliputi tiga perkara :
a). Ilmu agama.
Seorang da’i harus mengetahui syariat Allah Subhanahu wa Ta'ala dan hukum-hukum yang berkaitan dengannya, sehingga mampu berdakwah di atas ilmu dan hujjah.
b). Ilmu tentang keadaan orang yang hendak didakwahinya.
Dengan mengetahui keadaan orang yang hendak didakwahinya, sehingga seorang da’i sudah mempersiapkan dirinya untuk menghadapi medan dakwah di depannya.
c). Seorang da’i hendaklah mengetahui ilmu tentang metode dakwah.

Ketiga : Beramal Dengan Apa Yang Didakwahkan.
Ini merupakan sifat yang wajib dimiliki seorang da’i. Dia harus menjadi suri tauladan bagi orang lain tentang apa yang didakwahkannya, sehingga bukan termasuk orang yang mengajak kepada kebaikan namun justru dia meninggalkannya; mencegah dari sesuatu, namun dia sendiri melakukannya. Orang seperti ini termasuk golongan orang-orang yang merugi.

Keempat : Hikmah.
Secara ringkas, makna hikmah adalah tepat dalam ucapan dan sikap, dan meletakkan segala sesuatu pada tempatnya. Seorang da’i harus mempunyai kearifan dalam dakwahnya. Yaitu dengan menggunakan cara yang terbaik sesuai dengan keadaan dan tempatnya, karena manusia tidak memiliki cara yang sama dalam berfikir, tingkat pemahaman dan tabiatnya.

Kelima : Sabar.
Ini merupakan tiang utama penopang keberhasilan dakwah. Seorang da’i pasti akan mendapatkan gangguan dalam dakwahnya, apabila dia menjelaskan tentang haramnya syirik kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan menjelaskan berbagai macam kesyrikan yang terjadi di masyarakat. Orang-orang musrik akan bangkit menghadang dan menentang dakwahnya

Minggu, 26 Juni 2011

GaGal UntUk MeNang, WhY noT???

Kemenangan bukanlah hanya ketika kiTA berHasil menGalahkan Lawan di suatU pertandingan, dan Bukan hanya berhasil Mencapai PreStasi yang terbaik. Bahkan Bukan hanya ketika kita berhasil apa yang kita inginkan dalam hidup Qta.
Tapi, kemenangan adalah ...............
SAAT DI MANA KITA DAPAT MELAWAN SUATU KEGAGALAN.
SAAT DI MANA KITA DAPAT MENGATASI MUSIBAH,
SAAT DI MANA KITA DAPAT BANGKIT DARI SUATU KEADAAN YANG MENYEDIHKAN,
DAN, SAAT DI MANA KITA SANGAT MERASA PERPURUK NAMUN KITA MAMPU BERJUANG MENGHANCURKAN SEMUA COBAAN ITU.
Kemenangan adalah di saat kita dapat menjadikan itu semua sebagai pertanda betapa sayangnya Sang Maha Pencipta kepada kita. Saat di mana kita menyadari betapa kita dapat belajar banyak dari semua kegagalan yang kita alami.
Dan, kemenangan adalah saat di mana kita melangkah begitu Mantabbb dan yakin bahwa kita begitu HEBAt untuk sekedar melawan suatu kegagalan kecil. Saat di mana kita dapat mengalahkan diri kita sendiri, sehingga kadang – kadang kita merindukan sebuAh kEgagAlan. KARENA KEGAGALAN YANG MEMBUAT KITA SADAR DI MANA KITA BERADA.

Rabu, 27 April 2011

Mountain Merbabu At 22-23 April 2011



Pada tanggal 22 - 23 April 2011 akhirnya saya dapat mendaki juga, setelah sekian lama saya menginginkan untuk mendaki gunung. dulu saya juga pernah mau ikut tapi karena berbarengan dengan magangku sehingga saya gk jadi ikut. dan pada akhirnya yang saya ingin-inginkan tercapai juga meskipun tidak semeriah yang di inginkan karena yang ikut mendaki cuma ber enam yaitu bugar, farid, mank ma'ruf, roni, dimas, dan saya (Nakif) yang berangkat dari kampus jam 16.30 dengan mengendari motor dan nyampai selo, Boyolali magrib.
setelah rombongan kami istirahat dan sholat kami bersama makan bareng di sebuah warung angkringan tapi lumayan porsinya mantap.....hehehe.....
setelah rombongan selesai makan dan sholat isya kami istihat dulu sampai jam 22.00 WIB. wahh....udaranya dingin sekali baru sekali ini aku bermalem di Selo ini sehingga kami saling berdempet-dempetan tidurnya. saya merasakan tidur di situ gk senyaman di solo sampai waktu istirahat tersebut saya gk bisa tidur......
dan pada akhirnya jam 22.00 kami siap2 untuk mendaki gunung Merbabu dengan menyiapkan segala keperluan kami baik perbekalan ataupun keperluan diri supaya tidak kedinginana.hehehe.....